Perilisan model terbaru Avanza
yang bertajuk Transmover tersebut bukan dilakukan semata-mata untuk
kepentingan perusahaan sendiri. Latar belakang dibuatnya mobil baru ini
ternyata karena Toyota mempertimbangkan masukan dari para operator taksi
yang ada di tanah air. Sejumlah kalangan operator taksi tersebut
menghendaki mobil Avanza sebagai salah satu armada mereka.
Dilansir dari Oto Detik pada Senin (24/10/2016) hal tersebut sangat
sesuai dengan yang dipaparkan oleh Henry Tanoto selaku Wakil Presiden PT
Toyota-Astra Motor, “Nah itu makanya kami akan introduce produk ini,”
Henry juga menambahkan, “Kami juga punya konsumen perusahaan taksi
banyak, kan kami dengar masukan dari mereka (konsumen). Dan taksi itu
dengar masukan dari masyarakat, oh ada baiknya juga kalau armada taksi
pakai MPV.”
Saat ini sudah banyak operator taksi yang memakai mobil Avanza
sebagai armadanya. Ini bisa dilihat di sejumlah daerah di tanah air
seperti Semarang dan Solo. Bahkan, beberapa daerah di Kalimantan pun
menerapkan hal yang sama. Meski begitu, tampaknya tidak akan ada
perbedaan yang cukup signifikan antara mobil Avanza yang digunakan untuk
kebutuhan pribadi dan mobil yang digunakan sebagai taksi. Dialihkannya
fungsi mobil Avanza ini menjadi taksi, tentu akan mempengaruhi harga
dari Transmover yang kemungkinan akan lebih rendah. Untuk itu seperti
yang sudah-sudah, Toyota akan menghilangkan sejumlah fitur sehingga
harganya menjadi lebih terjangkau.
Perusahaan otomotif ini rumornya juga mempertimbangkan peraturan
pemerintah yang melarang penggunaan mobil Low Cost Green Car (LCGC)
untuk diproduksi sebagai taksi. Sementara, Transmover sendiri masuk
kategori L MPV berkapasitas 1.300 cc dengan transmisi manual.
Mungkinkah ini menjadi langkah Toyota untuk menghindari hal itu?
Henry memastikan bahwa mobil barunya ini tidak ada hubungannya dengan
peraturan tersebut karena sudah direncanakan sejak lama. Transmover
juga tidak dibuat untuk menyaingi produk lainnya yang telah lebih dahulu
bertransfromasi menjadi taksi.






